Alasan Winter RRQ Rinz Lawan EVOS dan Cara Menghadapi Hujatan

Alasan Winter RRQ Rinz Lawan EVOS dan Cara Menghadapi Hujatan

Mobile Legends
18 August 2026
41 views
  • Rinz menegaskan penggunaan Winter Crown saat melawan EVOS terjadi karena salah menekan tombol.
  • Mid laner RRQ tersebut mengaku lebih memilih fokus bermain daripada memikirkan hujatan dari publik.
  • Meski sering dikritik, Rinz pernah menjadi bagian penting RRQ saat meraih dua gelar runner-up MPL ID.
  • Menurut Rinz, menjadi diri sendiri adalah cara terbaik menghadapi tekanan sebagai pemain profesional.
  • Ayo top up diamond MLBB kalian di Dunia Games sekarang.

Penulis: Redzi Arya Pratama

Nama Rinz kembali menjadi sorotan di MPL Indonesia Season 18. Mid laner RRQ Hoshi yang kini menggunakan nickname Hajirin tersebut menjadi salah satu pemain yang paling banyak diperbincangkan oleh penggemar dalam beberapa musim terakhir.

Performa RRQ yang naik turun dalam dua musim terakhir membuat sejumlah pemain mendapat sorotan besar dari komunitas. Rinz menjadi salah satu nama yang paling sering menerima kritik, terutama ketika RRQ gagal memenuhi ekspektasi para pendukungnya.

Namun di balik berbagai komentar negatif yang diterimanya, ada fakta yang kerap terlupakan. Rinz merupakan bagian penting dari RRQ Hoshi saat berhasil mencapai grand final MPL Indonesia Season 14 dan Season 15. Pada dua musim tersebut, RRQ sukses menembus partai puncak dan finis sebagai runner-up.

Pengalaman bermain di level tertinggi membuat Rinz memahami bahwa tekanan merupakan bagian dari kehidupan seorang pemain profesional. Semakin besar tim yang dibela, semakin besar pula ekspektasi dan kritik yang akan datang dari para penggemar.

Dunia Games berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Rinz untuk membahas berbagai hal, termasuk momen unik yang terjadi saat melawan EVOS serta bagaimana dirinya menghadapi hujatan yang terus berdatangan dari komunitas Mobile Legends Indonesia.

RRQ Rinz Tak Peduli Hujatan

RRQ Rinz

Salah satu momen yang sempat ramai dibicarakan publik terjadi saat pertandingan RRQ Hoshi melawan EVOS. Pada game kedua, muncul momen yang membuat banyak penonton bertanya-tanya ketika Rinz menggunakan Winter Crown menjelang akhir pertandingan.

Saat itu, EVOS berada dalam posisi unggul dan sedang melakukan dorongan terakhir menuju base RRQ. Penggunaan Winter Crown dari Rinz memunculkan berbagai spekulasi di media sosial. Sebagian menganggapnya sebagai bentuk ekspresi frustrasi, sementara yang lain menganggapnya sebagai keputusan yang disengaja.

Namun, Rinz memberikan penjelasan yang jauh lebih sederhana terkait insiden tersebut. Ia mengaku penggunaan Winter Crown itu terjadi karena kesalahan teknis saat menekan tombol di dalam pertandingan.

"Soal Winter itu saya salah tekan. Saya sebenarnya mau tekan Recall tapi kepencet Winter,"

Penjelasan tersebut sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi yang sempat berkembang di kalangan penggemar. Dalam situasi pertandingan yang berlangsung cepat dan penuh tekanan, kesalahan mekanis seperti salah menekan tombol memang dapat terjadi kepada siapa saja, termasuk pemain profesional sekalipun.

Selain membahas momen tersebut, Rinz juga berbicara mengenai kritik dan hujatan yang selama ini kerap diterimanya. Sebagai pemain RRQ, dirinya menyadari bahwa sorotan publik terhadap performanya akan selalu besar.

Dalam beberapa musim terakhir, berbagai komentar negatif sering muncul setiap kali RRQ mengalami kekalahan. Nama Rinz hampir selalu menjadi salah satu pemain yang mendapatkan perhatian paling besar dari komunitas.

Meski demikian, pemain yang kini menggunakan nickname Hajirin itu mengaku tidak terlalu memikirkan komentar-komentar tersebut. Menurutnya, terlalu fokus pada opini orang lain justru dapat mengganggu performa dan perkembangan sebagai pemain profesional.

"Saya tak terlalu peduli seberapa besar mereka yang hujat saya. Saya tetap jadi diri sendiri saja,"

Mentalitas tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Rinz mampu bertahan di level kompetitif tertinggi selama bertahun-tahun. Tidak semua pemain mampu menghadapi tekanan besar dari komunitas, terutama ketika bermain untuk organisasi sebesar RRQ Hoshi yang memiliki basis penggemar sangat besar.

Bagi Rinz, fokus utama tetap berada pada peningkatan performa bersama tim. Kritik dapat dijadikan bahan evaluasi, tetapi tidak boleh sampai mengubah kepribadian atau mengganggu fokus terhadap tujuan yang ingin dicapai.

Dengan pengalaman panjang di MPL Indonesia serta catatan dua kali membawa RRQ Hoshi menjadi runner-up pada Season 14 dan Season 15, Rinz masih memiliki banyak hal untuk dibuktikan. Di tengah berbagai kritik yang datang, ia memilih menjawab semuanya lewat kerja keras dan penampilan di dalam pertandingan, bukan melalui perdebatan di luar Land of Dawn.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti FacebookInstagramTikTok, dan YouTube Dunia Games. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile LegendsFree FireCall of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.