BTR Moreno Ungkap Kegagalan di MSC, Siap Bangkit di GOTF 2026

BTR Moreno Ungkap Kegagalan di MSC, Siap Bangkit di GOTF 2026

Esports
05 August 2026
35 views
  • Bigetron menjadikan kegagalan di MSC 2026 sebagai pelajaran penting untuk berkembang.
  • Moreno menegaskan kondisi lelah bukan alasan untuk tampil di bawah performa terbaik.
  • Bigetron datang ke GOTF 2026 dengan target tinggi untuk membuktikan diri.
  • Moreno menilai META saat ini lebih fleksibel dan bergantung pada kekuatan masing-masing tim.
  • Ayo top up diamond MLBB kalian di Dunia Games sekarang.

Penulis: Redzi Arya Pratama

Bigetron Esports datang ke Games of The Future (GOTF) 2026 dengan membawa misi besar untuk bangkit. Setelah gagal memenuhi ekspektasi pada ajang MSC 2026, tim berjuluk Robot Merah itu kini ingin membuka lembaran baru di turnamen internasional yang berlangsung di Kazakhstan.

Kegagalan di MSC 2026 menjadi pengalaman berharga bagi Bigetron. Meski sempat menunjukkan performa menjanjikan sepanjang musim, langkah mereka harus terhenti lebih cepat dari yang diharapkan sehingga memupus impian membawa pulang gelar juara.

Namun, hasil tersebut tidak membuat para pemain larut dalam kekecewaan. Justru sebaliknya, mereka menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki berbagai aspek permainan, mulai dari adaptasi, mental bertanding, hingga pengambilan keputusan di pertandingan penting.

Kini, Bigetron kembali dipercaya menjadi salah satu wakil Indonesia di Games of The Future 2026. Turnamen yang mempertemukan tim-tim terbaik dunia itu menjadi kesempatan emas bagi Moreno dan rekan-rekannya untuk membuktikan bahwa mereka telah belajar dari kesalahan sebelumnya.

Dalam wawancara eksklusif bersama Dunia Games di Kazakhstan, Moreno mengungkapkan bagaimana kondisi tim setelah perjalanan panjang menuju GOTF 2026, pelajaran yang dipetik dari kegagalan di MSC, hingga pandangannya mengenai META Mobile Legends saat ini.

Moreno Tak Ambil Pusing Kegagalan BTR

Moreno mengakui perjalanan menuju Kazakhstan cukup melelahkan. Setelah menyelesaikan agenda di Paris, Bigetron harus langsung bertolak ke Kazakhstan untuk mengikuti rangkaian media day sebelum pertandingan dimulai.

"Sejujurnya kami capek banget. Karena dari Paris ke Kazakhstan kami langsung media day, belum lagi ada jetlag, transit, dan segala macemnya. Rasanya capek banget. Tapi kami di sini sebagai profesional player jadi harus bersikap seperti pro player juga,"

Meski begitu, Moreno menegaskan kondisi tersebut bukan alasan bagi Bigetron untuk tampil di bawah performa terbaik. Sebagai pemain profesional, ia menilai seluruh tim harus tetap menjaga fokus dan memberikan permainan maksimal.

Moreno juga menjelaskan bahwa kegagalan di MSC 2026 memberikan banyak pelajaran penting bagi Bigetron, terutama soal kemampuan beradaptasi dalam format turnamen yang berbeda.

"Banyak pembelajaran dari kegagalan di MSC 2026 kemarin. Pertama adaptasi dengan suasana playoff karena di sana breaknya sebentar banget dan ini pertama kali kami menjalani turnamen tanpa lower bracket. Jadi pelajaran berharga karena harus beradaptasi cepat dan tak ada waktu bounce back. Sehingga kami harus benar-benar strong."

Kini, fokus Bigetron sepenuhnya tertuju pada Games of The Future 2026. Moreno menegaskan timnya datang dengan target tinggi untuk menebus hasil kurang memuaskan di turnamen sebelumnya sekaligus membuktikan bahwa mereka mampu bangkit.

"Kami punya target tinggi di GOTF 2026 ini. Di EWC gagal bisa dibilang iya dan tidak juga tergantung perspektif masing-masing. Tapi kami bounce back dan membuktikan diri kepada diri kami sendiri."

Selain membahas target tim, Moreno juga memberikan pandangannya mengenai perkembangan META Mobile Legends saat ini. Menurutnya, tidak ada lagi hero yang benar-benar mendominasi karena setiap tim memiliki kekuatan dan spesialisasi masing-masing.

"Soal META sebenarnya sedikit tricky saja. Konsep semua hero bisa dipakai sekarang dan power tim tergantung kekuatan mereka masing-masing. Jadi META-nya tergantung power masing-masing. Ada yang Hiraranya jago banget, atau Atlasnya jago banget kayak Team Spirit, atau Baratsnya jago banget. Jadi kami hanya bisa mengandalkan gameplay sendiri. Tapi seru karena draftnya macem-macem sekarang dan lebih unik,"

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Bigetron tidak hanya mempersiapkan mekanik permainan, tetapi juga fleksibilitas dalam draft pick untuk menghadapi berbagai gaya bermain lawan di GOTF 2026. Dengan bekal evaluasi dari MSC dan target besar yang telah ditetapkan, Moreno optimistis Bigetron mampu menunjukkan performa yang lebih baik di Kazakhstan.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti FacebookInstagramTikTok, dan YouTube Dunia Games. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile LegendsFree FireCall of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.