Eksklusif: Alasan Demonkite Gabung RRQ dan Adaptasi di Indonesia
- Demonkite mengaku masih terus belajar bahasa Indonesia untuk mempercepat proses adaptasi di RRQ.
- Ia memilih bergabung dengan RRQ karena melihat potensi besar untuk bangkit setelah musim yang sulit.
- Demonkite percaya kualitas pemain RRQ mampu membawa tim kembali bersaing di level tertinggi.
- Menjadi satu-satunya pemain Filipina di RRQ bukan masalah karena ia siap beradaptasi dengan lingkungan baru.
- Ayo top up diamond MLBB kalian di Dunia Games sekarang.
Penulis: Redzi Arya Pratama
Kehadiran Demonkite menjadi salah satu cerita paling menarik di MPL Indonesia Season 18. RRQ Hoshi secara mengejutkan mendatangkan jungler asal Filipina tersebut dari Aurora PH untuk memperkuat skuad mereka dalam menghadapi musim baru.
Transfer ini langsung menarik perhatian publik karena RRQ sedang berada dalam fase membangun kembali kekuatan tim. Setelah menjalani musim yang sulit dan gagal memenuhi ekspektasi pada kompetisi sebelumnya, Sang Raja berusaha menghadirkan energi baru demi kembali bersaing di papan atas MPL Indonesia.
Meski hanya berstatus pemain pinjaman, peluang Demonkite untuk bertahan lebih lama di RRQ bukanlah hal yang mustahil. Sebelumnya, CEO RRQ Andrian Pauline atau yang akrab disapa Pak AP sempat memberikan sinyal bahwa sang pemain berpeluang dipermanenkan apabila mampu menunjukkan performa yang sesuai dengan kebutuhan tim.
Adaptasi Demonkite bersama RRQ juga terbilang cukup menjanjikan. Pada pekan pertama MPL ID S18, RRQ memang sempat menelan kekalahan 0-2 dari EVOS. Namun, mereka berhasil bangkit pada pertandingan berikutnya dengan mengalahkan Dewa United Esports 2-1, sebuah hasil yang menunjukkan perkembangan positif dalam permainan tim.
Dunia Games berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Demonkite untuk membahas proses adaptasinya di Indonesia, alasan memilih RRQ Hoshi, hingga tantangan menjadi satu-satunya pemain Filipina di dalam tim.
Alasan Demonkite Gabung RRQ, Tidak Masalah PH Seorang Diri

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pemain asing saat bergabung dengan tim Indonesia adalah persoalan bahasa. Demonkite mengakui dirinya masih terus berusaha memahami bahasa Indonesia agar komunikasi dengan rekan setim berjalan semakin lancar.
Menurutnya, pengalaman bermain di luar Filipina bukanlah sesuatu yang baru. Namun, proses adaptasi di Indonesia tetap membutuhkan usaha yang tidak sedikit, terutama dalam memahami bahasa yang digunakan sehari-hari oleh rekan-rekannya.
"Saat di Malaysia saya hanya belajar sedikit bahasa di sana. Datang ke sini, saya belajar juga tapi belajar lebih banyak tentang bahasa Indonesia. Sampai sekarang pun saya masih belajar,"
Meski masih berada dalam tahap belajar, Demonkite terlihat cukup nyaman berinteraksi dengan para pemain RRQ. Hal tersebut terlihat dari koordinasi tim yang mulai membaik sepanjang pekan pertama MPL ID S18.
Ketika ditanya alasan menerima tawaran RRQ, Demonkite memberikan jawaban yang cukup menarik. Ia justru tertarik bergabung karena melihat RRQ sedang berada dalam situasi yang tidak ideal setelah musim sebelumnya.
"Alasan saya gabung RRQ, tim ini memberikan kesempatan besar. Melihat situasi tim RRQ di Indonesia, saya ingin bergabung dengan tim yang underdog, karena harus diakui RRQ musim lalu tidak begitu baik,"
Alih-alih memilih tim yang sedang berada di puncak performa, Demonkite tertarik menjadi bagian dari proses kebangkitan RRQ. Baginya, tantangan tersebut menjadi motivasi tersendiri untuk membuktikan kemampuannya sebagai jungler.
Kepercayaan terhadap kualitas pemain dan staf pelatih RRQ juga menjadi alasan lain yang membuatnya mantap menerima pinangan Sang Raja.
"Saya datang karena saya percaya tim ini bisa bermain dengan baik,"
Kepercayaan tersebut mulai terlihat pada pertandingan melawan Dewa United Esports. Setelah tampil kurang maksimal saat menghadapi EVOS, RRQ mampu menunjukkan peningkatan performa dan mengamankan kemenangan penting.
Menariknya, Demonkite juga mengungkap bahwa sebelum resmi bergabung, pihak RRQ sempat menanyakan apakah dirinya nyaman menjadi satu-satunya perwakilan Filipina di dalam tim. Pasalnya, tidak ada pemain maupun pelatih Filipina lain yang menemaninya di skuad RRQ saat ini.
Namun, Demonkite menegaskan bahwa hal tersebut sama sekali bukan masalah baginya. Ia percaya proses adaptasi adalah bagian dari perjalanan seorang pemain profesional.
"Sejujurnya sebelum saya bergabung RRQ sudah menanyakan apakah tidak apa-apa bagi saya tidak memiliki rekan setim atau pelatih Filipina. Tapi bagi saya sendiri pun saya hanya perlu beradaptasi. Menjadi satu-satunya pemain PH di RRQ tidak masalah,"
Pernyataan tersebut menunjukkan mentalitas dan profesionalisme yang dimiliki Demonkite. Dengan kemampuan beradaptasi yang terus berkembang serta kepercayaan terhadap potensi tim, ia berpeluang menjadi salah satu faktor penting dalam upaya RRQ Hoshi kembali bersaing di papan atas MPL Indonesia Season 18. Jika performanya terus meningkat, bukan tidak mungkin status pinjamannya akan berubah menjadi kontrak permanen di masa mendatang.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube Dunia Games. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.
