Eksklusif: Team Vitality Juara MWI Beruntun, Vivian Bicara Potensi Pindah dan Scene MLBB Ladies
Penulis: Redzi Arya Pratama
Team Vitality kembali menegaskan dominasinya di kancah Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) ladies usai sukses mempertahankan gelar Mid Season Cup Women's Invitational (MWI) 2026. Bermain di Paris, Prancis, skuad yang diperkuat mayoritas pemain Indonesia itu kembali membuktikan bahwa mereka masih menjadi tim terbaik di dunia.
Di balik keberhasilan tersebut, sosok Vivian kembali menjadi salah satu kunci permainan Team Vitality. Sebagai roamer sekaligus kapten tim, ia mampu menjaga koordinasi permainan tetap solid hingga akhirnya membawa pulang trofi MWI untuk kedua kalinya secara beruntun.
Kesuksesan di Paris terasa jauh lebih spesial bagi Vivian. Selain berhasil menjadi juara, atmosfer kandang yang dimiliki organisasi Team Vitality membuat perjalanan kali ini meninggalkan kesan yang berbeda dibanding edisi-edisi sebelumnya.
Dalam wawancara eksklusif bersama Dunia Games, Vivian tak hanya berbicara mengenai perjalanan Team Vitality di MWI 2026. Ia juga mengulas perkembangan scene MLBB ladies dunia, peluang dirinya suatu hari meninggalkan Bigetron by Vitality, hingga harapan besar agar ekosistem kompetitif MLBB wanita di Indonesia semakin berkembang.
Menurut Vivian, dominasi Indonesia memang masih bertahan hingga saat ini. Namun ia menilai negara-negara lain mulai berkembang sangat pesat sehingga tim-tim Indonesia tidak boleh terlena jika ingin terus berada di puncak.
Scene Ladies Negara Lain Berkembang
Vivian mengakui perkembangan MLBB ladies di berbagai negara semakin terasa dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, Team Vitality memilih untuk tidak terlalu memikirkan kekuatan lawan dan lebih fokus menyempurnakan permainan mereka sendiri.
"Apakah khawatir Indonesia terkejar? Solusinya dari saya dan tim adalah mematangkan gameplay kami sendiri dan memaksimalkan banyak hero. Sehingga bisa main banyak hero."
Menurutnya, fleksibilitas hero menjadi salah satu faktor penting agar sebuah tim tetap mampu bersaing di level internasional. Semakin banyak pilihan hero yang dikuasai setiap pemain, semakin sulit pula strategi mereka ditebak lawan saat fase draft.
Vivian juga mengungkapkan MWI 2026 menjadi turnamen yang paling berkesan sepanjang kariernya. Bermain di markas organisasi Team Vitality di Prancis memberikan pengalaman berbeda karena mendapat dukungan langsung dari para penggemar lokal.
"Menjadi sangat memorable MWI 2026 kali ini karena tim saya dari Prancis dan kami main di Paris. Yang dukung juga banyak banget karena orang sini. Karena ada foto sama Ashlay (Mother of Tank tim lain). Sisanya hanya latihan."
Atmosfer tersebut menjadi motivasi tambahan bagi Team Vitality untuk tampil maksimal hingga akhirnya kembali membawa pulang trofi MWI.
Potensi Vivian Tinggalkan BTR By Vitality

Vivian juga mendapat pertanyaan mengenai kemungkinan dirinya suatu saat hengkang dari Bigetron by Vitality. Pasalnya, sepanjang karier profesionalnya ia belum pernah membela organisasi lain.
Sang kapten mengaku belum pernah membayangkan bagaimana rasanya bermain bersama tim berbeda. Selama ini, ia merasa nyaman bersama rekan-rekan setim yang telah menemani perjalanan kariernya sejak awal.
"Saya tak pernah pindah tim sejauh ini dari publik biasa sampai sekarang di BTR. Jadi belum merasakan di tim lain. Semua tergantung bos saja. Saya bebas ke bos saja."
Meski demikian, Vivian mengakui keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan manajemen. Ia menyerahkan seluruh masa depannya kepada organisasi yang dinilainya paling memahami apa yang terbaik bagi kariernya.
"Kalau saya pribadi saya masih ingin main dengan teman-teman di sini. Tapi semua terserah bos karena dia tahu yang terbaik buat saya."
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Vivian masih memiliki keinginan bertahan bersama Bigetron by Vitality. Namun seperti halnya dunia esports profesional, segala kemungkinan tetap bisa terjadi apabila keputusan organisasi mengarah ke sana.
Vivian Minta Turnamen Lokal Ladies di Indonesia Diperbanyak
Selain membahas kariernya, Vivian turut menyoroti perkembangan scene MLBB ladies di Indonesia. Menurutnya, salah satu persoalan terbesar saat ini adalah minimnya turnamen lokal yang bisa menjadi wadah lahirnya pemain-pemain baru.
Ia menilai negara lain justru memiliki lebih banyak kompetisi domestik untuk tim wanita. Kondisi tersebut membuat para pemain memiliki jam terbang yang jauh lebih tinggi sebelum tampil di panggung internasional.
"Pesan buat Moonton terkait scene tim ladies, ternyata di tim wanita negara lain banyak banget turnamen di negara mereka. Sedangkan di Indonesia banyaknya turnamen internasionalnya. Sehingga bibit-bibit lain turnamen jadi jarang. Tak sebanyak tim luar yang adain turnamen untuk jam terbang."
Vivian berharap ekosistem kompetitif MLBB wanita di Indonesia bisa diperluas dengan menghadirkan lebih banyak kompetisi lokal. Dengan begitu, talenta-talenta baru memiliki kesempatan berkembang dan tidak hanya bergantung pada segelintir turnamen besar.
Ia bahkan mengusulkan konsep turnamen yang lebih dekat dengan komunitas, seperti menggelar kompetisi di pusat perbelanjaan agar semakin banyak masyarakat yang mengenal scene MLBB ladies.
"Harusnya kalian lebih tahu bagaimana supaya bibit unggul ladies bisa dapat kesempatan, turnamennya juga bisa banyak. Yang saya lihat turnamennya memang kurang. Dan alangkah turnamen ladies diadakannya di mall karena di Indonesia semua orang main MLBB."
Bagi Vivian, memperbanyak turnamen lokal bukan hanya akan meningkatkan kualitas pemain, tetapi juga memperkuat regenerasi scene MLBB ladies Indonesia agar tetap mampu mendominasi panggung dunia dalam beberapa tahun ke depan.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.
