Review Pragmata: Taktis, Solid, dan Menjanjikan

Review Pragmata: Taktis, Solid, dan Menjanjikan

Games
22 April 2026
1 views

Enam tahun sejak pertama kali diumumkan di era awal PlayStation 5, Pragmata akhirnya hadir di 2026 dengan ekspektasi yang luar biasa tinggi. Game ini sempat terasa seperti tech demo ambisius dari Capcom, namun kini ia berdiri sebagai new IP yang benar-benar matang.

Dalam lanskap industri game modern yang penuh eksperimen, Pragmata tampil sebagai kombinasi menarik antara aksi third-person shooter, mekanik hacking, dan pendekatan sci-fi yang cukup realistis.

Pertanyaan utamanya sederhana: apakah penantian panjang ini terbayar? Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Pragmata bukan revolusi mutlak, tetapi ia adalah pengalaman yang solid, cerdas, dan penuh ide segar.

Dengan gameplay yang taktis, presentasi visual memukau, serta hubungan karakter yang cukup emosional, game ini menawarkan sesuatu yang jarang ditemukan di genre shooter modern kedalaman mekanik yang tetap terasa intuitif.

Presentasi Sci-Fi yang Grounded tapi Spektakuler

Pragmata langsung mencuri perhatian lewat visualnya. Dunia yang dibangun terasa seperti perpaduan antara teknologi masa depan dan realitas ilmiah yang masih mungkin terjadi. Desain baju astronaut Hugh, struktur base di bulan, hingga penggunaan teknologi seperti lunafilament memberi kesan sci-fi yang masuk akal.

Game ini mengingatkan pada pendekatan visual NieR: Automata, steril, artistik, tapi tetap emosional. Bahkan beberapa desain musuh yang aneh dan sedikit disturbing juga terasa punya DNA yang sama.

Lingkungan tidak monoton. Selain base bulan, ada area seperti replika kota, hutan buatan, hingga ruang eksperimen futuristik. Semua itu berjalan mulus tanpa gangguan performa berarti, memperlihatkan kualitas teknis yang benar-benar next-gen.

Dari sisi audio, musiknya memadukan piano emosional dengan electronic beats yang dinamis. Hasilnya, atmosfer game terasa hidup, tenang saat eksplorasi, tegang saat pertempuran.

Gameplay Unik: Kombinasi Hacking dan Shooting

Inilah inti kekuatan Pragmata. Gameplay-nya bukan sekadar tembak-menembak seperti shooter biasa. Setiap musuh harus di-hack terlebih dahulu sebelum bisa dilumpuhkan.

Saat membidik, muncul grid hacking yang harus kamu selesaikan sambil tetap bergerak dan menghindari serangan. Ini menciptakan sensasi multitasking yang intens, mirip tekanan saat bermain Dead Space, tapi dengan sentuhan strategi tambahan.

Mekanik yang diusung dalam game ini berhasil mengubah setiap pertempuran menjadi semacam puzzle mini yang menuntut perhatian dan strategi, bukan sekadar aksi tembak-menembak biasa.

Setiap keputusan yang kamu ambil menghadirkan elemen risk-reward, di mana kamu harus memilih antara melakukan hack lebih cepat demi keamanan, atau mengambil risiko dengan durasi lebih lama untuk mendapatkan efek yang lebih besar dan menguntungkan.

Hal ini secara otomatis membuat pemain terus aktif berpikir di tengah pertempuran, sehingga gameplay tidak hanya mengandalkan refleks semata, tetapi juga perencanaan dan pengambilan keputusan yang cermat dalam situasi yang serba cepat.

Setelah berhasil hack, barulah senjata Hugh bekerja maksimal. Arsenal-nya cukup beragam, dari pistol, shotgun, hingga senjata unik seperti pembeku musuh.

Menariknya, sistem ini tetap terasa intuitif. Game memperkenalkan mekanik secara bertahap, sehingga pemain tidak kewalahan.

Combat Dinamis dengan Sentuhan Anti-Gravitasi

Selain hacking, satu elemen yang bikin gameplay makin hidup adalah mekanik anti-gravitasi. Berkat mekanik yang ada, kamu bisa terjatuh dari ketinggian tanpa perlu takut menerima damage, sekaligus memanfaatkan kemampuan meluncur untuk menghindari serangan musuh dengan lebih lincah dan efektif.

Hal ini membuat arena pertempuran terasa tiga dimensi dan tidak statis. Kombinasi hacking + shooting + manipulasi gravitasi menciptakan gameplay yang jarang ditemui.

Sensasinya seperti evolusi dari game shooter klasik seperti Gears of War, tapi dengan pendekatan lebih modern dan fleksibel.

Ada juga momen gameplay yang susah ditebak misalnya saat kamu improvisasi menggunakan senjata untuk mengungkap musuh yang bersembunyi. Sistem dalam game saling berinteraksi dengan baik, memberi kebebasan taktis kepada pemain.

Cerita Sederhana, Tapi Tetap Menyentuh

Dari sisi cerita, Pragmata sebenarnya cukup standard. Premisnya tentang bertahan hidup di fasilitas bulan yang kacau, dengan konflik AI dan misteri di baliknya.

Hubungan antara Hugh dan Diana menjadi inti emosional. Dinamikanya mirip ayah dan anak, meskipun perkembangan hubungan mereka terasa agak cepat.

Game ini tidak sedalam Horizon Zero Dawn dalam eksplorasi tema, tapi tetap punya momen yang hangat:

Di sepanjang permainan, kamu akan menemukan berbagai interaksi ringan yang terjadi di hub utama, yang berfungsi sebagai ruang jeda dari intensnya pertempuran sekaligus tempat memperdalam hubungan antar karakter.

Di sana, Diana perlahan belajar tentang dunia di sekitarnya mulai dari hal-hal sederhana hingga konsep yang lebih kompleks yang membuatnya terasa semakin hidup sebagai karakter.

Selain itu, percakapan-percakapan sederhana antara Hugh dan Diana secara perlahan membangun koneksi emosional, menghadirkan momen hangat yang membuat hubungan mereka terasa lebih personal dan bermakna.

Meski begitu, cerita kadang terasa kurang menggali tema besar seperti AI dan kemanusiaan secara mendalam. Namun, bagian akhir game berhasil menutup cerita dengan kuat dan emosional.

Sistem Progression dan Replayability yang Solid

Pragmata tidak hanya soal combat. Ada sistem progresi yang cukup dalam melalui hub utama bernama Shelter.

Di dalam sana, kamu tidak hanya bisa melakukan upgrade senjata dan kemampuan agar semakin kuat, tetapi juga secara bertahap mengembangkan skill hacking yang menjadi inti gameplay.

Selain itu, kamu dapat berinteraksi dengan Diana untuk mempererat hubungan sekaligus membuka momen-momen menarik, sambil menyelesaikan berbagai challenge tambahan yang tersedia untuk mendapatkan hadiah dan meningkatkan progres permainan.

Level design berbasis stage, tapi tetap mendorong pemain untuk kembali dan membuka area tersembunyi. Ini membuat durasi sekitar 15–17 jam terasa padat tanpa membosankan.

Meski ada risiko combat fatigue di akhir, variasi sistem dan aktivitas tambahan cukup membantu menjaga ritme permainan.

Pragmata adalah contoh bagaimana sebuah new IP bisa tampil berani tanpa harus menjadi revolusi total. Ia tidak sempurna, ceritanya cenderung familiar dan tidak terlalu dalam tetapi kekuatan utamanya ada pada gameplay yang unik, taktis, dan sangat memuaskan.

Kombinasi hacking, shooting, serta manipulasi gravitasi menciptakan pengalaman yang segar di genre shooter. Visual dan audio juga memperkuat identitasnya sebagai game sci-fi next-gen yang matang. Dibandingkan dengan banyak shooter modern yang terasa aman, Pragmata justru berani bereksperimen dan berhasil.

Ini adalah game yang mengingatkan kita bahwa inovasi kecil yang dieksekusi dengan baik bisa menghasilkan sesuatu yang besar. Bagi kamu yang mencari pengalaman aksi berbeda dengan kedalaman mekanik, Pragmata jelas layak dimainkan dan berpotensi menjadi fondasi franchise besar di masa depan.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.