Peran GM Free Fire Menjadi Nyawa dan Penyambung Lidah Para Pemain hingga Komunitas

Peran GM Free Fire Menjadi Nyawa dan Penyambung Lidah Para Pemain hingga Komunitas

Esports
12 July 2026
3 views

Seperti apa tugas seorang GM Free Fire? Mungkin itu pernah kalian tanyakan kepada diri kalian, Survivors. Menjadi seorang Game Master atau GM Free Fire bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah, meski memang tidak banyak orang yang tahu siapakah sebenarnya sosok di balik titel GM Free Fire ini Namun, jika ditelusuri lebih jauh ternyata menjadi seorang Game Master (GM) ada sebuah tanggung jawab yang cukup besar dalam menjaga game itu sendiri, dalam hal ini ya Free Fire.

Menembus Batas ke Luar Kantor, Peran GM Free Fire untuk Lebih Dekat Dengan Pemain dan Komunitas

Jika kita berpikir bahwa seorang GM Free Fire atau Game Master dari Free Fire hanya bekerja di dalam kompleks gedung perkantoran semata, mungkin memang awalnya kita berpikir seperti itu. Namun, ternyata tidak demikian karena kepada Dunia Games (DG), Head of Business Development, Esports and Community Free Fire Indonesia, Wijaya Nugroho atau GM Miracle08 mengungkapkan jika peran Game Master atau GM Free Fire kini lebih dekat dengan para pemain dan komunitas meski hal itu berada di luar ranah atau job desc dirinya.

“Jadi peran dari Game Master (GM) sendiri, kalau kita lihat Game Master ini kan sosok yang unik terutama di Garena. (Menjadi) Game Master ini memang di luar pekerjaan kami yang memang (berdasarkan) job desc yang ada, Game Master itu titel untuk kami menjadi lebih dekat dengan para pemain, komunitas, tapi di samping itu kami kan punya peran lain terkait dengan teknis, program dan job desc yang ada. Contohnya seperti saya selaku Head of Business Development, Esports dan Community tentunya bagaimana (tugas) saya bisa mengawal, menciptakan, dan membuat program untuk komunitas, untuk esports ecosystem dan juga untuk kolaborasi/partnership yang ada sehingga bisa menghadirkan dan memberikan pengalaman bermain yang terbaik dan positif untuk para komunitas kami,” ucap Wijaya Nugroho kepada Dunia Games (DG) eksklusif.

Lanjut, Wijaya menerangkan jika semua masukan (feedback) dari para pemain, komunitas merupakan hal yang sangat berharga bagi Garena. Baginya, berbagai aktivitas untuk bisa lebih mendekatkan diri kepada para pemain, komunitas adalah kunci penting dan untuk Garena, komunitas selalu menjadi bagian terpenting yang akan terus dijaga.

Ketika kami ke komunitas, ketika kami dengan para pemain itu menjadi hal yang sangat penting karena seluruh masukan dari para pemain, seluruh masukan dari komunitas itu menjadi bagian yang sangat berharga bagi kami. Sehingga, kami tidak ingin ada jarak antara para pemain dan kami dari Garena,” tuturnya. “Kami punya peran di Game Master itu bagaimana bisa sedekat mungkin dengan mereka. Ketika Game Master, kami ke lapangan kami main bareng, gathering, (mengadakan) FGD, survey itu tidak ada jarak di antara kami. Kami bisa bercanda bersama, ngobrol, mau sharing keluh kesah juga boleh, (memberi) masukan juga boleh intinya di sana. Itu menjadi salah satu kunci bagaimana kami bisa mendekatkan diri dengan mereka, yang mana komunitas selalu menjadi bagian dari Garena dan Garena selalu menjadi bagian dari komunitas yang akan kami jaga." 

Tantangan Seorang GM Free Fire dalam Memfasilitasi Kebutuhan Pemain Terkait Kebijakan Garena sebagai Developer/Publisher

Wijaya menambahkan, bahwa menjadi seorang GM Free Fire juga ada tantangan tersendiri yang harus dihadapi olehnya, begitu juga dengan GM-GM yang lain. Terutama dalam hal memfasilitasi atau menjembatani kebutuhan para pemain terkait dengan kebijakan Garena sebagai Developer/Publisher. Menurut Wijaya, dengan banyaknya jumlah daerah yang ada di Indonesia, ada tantangan di mana dirinya sebagai GM harus menyesuaikan culture serta behavior para pemain dan komunitas yang sangat beragam.

Tentunya kalau kita lihat, kita tahu bahwa Indonesia ini sangatlah besar dan luas. Kita punya 17 ribu pulau lebih, 514 kota/kabupaten dari 38 provinsi. Ini yang menjadi salah satu tantangan dan kunci juga bahwa setiap daerah punya culture masing-masing, punya kebiasaan, behavior masing-masing dari komunitas, dari pemain,” ujar Wijaya menambahkan. “Dari Garena sendiri, kami ingin terus berusaha (dalam) bagaimana kami membuat program, kebijakan dan bagaimana kami bisa memberikan wadah bagi mereka semua yang mana lebih general tapi mungkin bisa diterima oleh seluruh komunitas dan para pemain.

Dengan keberagaman yang sangat fantastis dan luar biasa ini kalau kami lihat sangat banyak dari kotanya, dari provinsi, dari budayanya sehingga kami ingin memberikan yang terbaik dari semua masukannya (feedback), kami akan filter, kami akan tampung dan kami pasti akan memberikan output terbaik untuk seluruh komunitas di Indonesia,” katanya.

Strategi Untuk Merangkul Komunitas, Siap ke Daerah Mana Pun Dengan Segala Cara!

Ada sebuah pengalaman menarik dari Wijaya sebagai GM Free Fire ketika ia berkunjung ke sebuah daerah di wilayah Indonesia Timur. Demi merangkul komunitas dan para pemain di sana, ia tidak mempermasalahkan moda transportasi yang digunakan untuk membawanya ke berbagai daerah di wilayah tersebut. Alih-alih harus pakai mobil, Wijaya tidak masalah dibawa dengan menggunakan motor demi bisa mewujudkan misi mendekatkan diri kepada para pemain dan komunitas di mana pun di Indonesia.

Kami punya banyak cara. Kalau boleh dibilang, saya paling sering nongkrong juga bersama tim Komunitas ke daerah itu, bahkan kami mau ke pelosok mana pun kami samperin. Di seluruh Indonesia, saya sendiri dari Sumatera sampai ke Papua pasti sudah pernah singgah. Salah satu ciri khas yang mungkin terjadi adalah misalnya ketika saya dijemput, di salah satu kota Komunitas di daerah timur. Nah itu (saya dijemput) pakai motor tidak masalah bagi saya karena itu hal yang biasa,” jelas WIjaya. “Jadi memang komunitas itu menjadi bagian dari kami (Garena), kami menjadi bagian dari mereka (Komunitas) juga.

Jadi waktu itu saya bawa koper habis landing dijemput mereka kami jadinya touring (pakai) motor. Kurang lebih dari Bandara ke Kota itu sekitar satu jam setengah, akhirnya kami touring terus kami singgah makan, ngobrol jadi ya bisa membaur dan bersatu dari hal contoh seperti itu,” tuturnya. “Di setiap kota yang kami singgahi, kami selalu kumpulin, gathering, ngobrol (dan) mabar bareng dari sana selalu kami tanya ada masukan apa, ada input apa, terus kemudian kami makan bareng sambil ada (bikin) challenge-challenge juga (misalnya) by one Free Fire seperti itu.

Jaga Kesehatan Fisik dan Mental Para Game Master, Garena Berikan Fasilitas Terbaik

Dengan segala kesibukan yang ia lakukan, Wijaya pun menyampaikan kepada tim Dunia Games (DG) bahwa kesehatan fisik dan mental tidak menjadi permasalahan bagi mereka para Game Master (GM) di Free Fire. Wijaya mengungkapkan jika bekerja di Industri Game adalah sebuah keuntungan baginya, industrinya lebih menyenangkan sehingga tidak ada kendala yang membebani kondisi mental. Begitu juga dengan kesehatan fisik, Wijaya mengatakan kalau Garena sebagai perusahaan tempat ia bekerja, selalu mengedepankan kesehatan para pegawai dengan memfasilitasi segala kebutuhan makanan, minuman, vitamin hingga asuransi yang siap menopang para pegawai tidak hanya di Indonesia, bahkan Internasional.

Jika menyebutkan kesehatan (fisik) juga mental, kalau secara mental kami boleh dibilang beruntung karena (bekerja) di industri game yang secara industri itu mungkin menyenangkan. Berbeda dengan industri yang lain, atau pekerjaan yang lain karena seharusnya tidak ada kendala di sana. Dan kalau boleh dibilang, karena industrinya game pastinya kami juga main games-nya dan industrinya lebih anak muda, lebih fun sehingga kami tidak ada kendala harusnya untuk (kesehatan) mental,” kata Wijaya.

Untuk kesehatan (fisik) sendiri, ini kuncinya kami di kantor memang ada (diberikan) vitamin, kami ada asuransi jadi memang fasilitas-fasilitas untuk pegawai atau karyawan itu memang sangat diperhatikan. Sehingga (fasilitas) ini akan menjaga tentunya dari performance, pekerjaan dari para karyawan juga. Nah itu kami kawal terus di sana, asuransi kami bisa digunakan baik online mau pun offline se-Indonesia bahkan juga luar negeri ketika dinas baik dari (level) domestik mau pun internasional kami sudah ada backup-nya. Mau sakit, minta vitamin atau apa pun itu bisa di-cover dan kemudian kalau di kantor kami juga ada vitamin, ada buah, ada susu, sehingga ini bisa menjaga performa dari kesehatan para karyawan,” paparnya.

Kontribusi Dari Komunitas, Para Pemain Dalam Mengembangkan Game Free Fire Hingga Menyusun Skema Esports Untuk Semua Kalangan

Hal terpenting, Wijaya selalu mengapresiasi semua kontribusi, masukan (feedback) dari komunitas, dari para pemain Free Fire di seluruh Indonesia. Sebagai Game Master, Wijaya mengatakan bahwa semua hal yang terjadi di dalam mengembangkan game Free Fire atau ketika melakukan update in-game Free Fire bukan menjadi keputusan atau kebijakan yang hadir secara sepihak. Game Master (GM) menampung semua masukan dan aspirasi yang diberikan oleh para pemain lewat Focus Group Discussion (FGD) dan survei-survei yang dilakukan untuk kemudian diwujudkan di setiap update.

Kalau teman-teman lihat, apa pun yang ada di in-game atau pun program yang ada itu bukan semerta-merta tiba-tiba muncul. Ini yang kadang mungkin disalahartikan atau dilihat karena idenya GM muncul (update) A, muncul (fitur) B padahal tidak. Jadi setiap apa pun yang muncul baik itu di in-game mau pun itu program selalu dari hasil FGD dan survei,” ungkap Wijaya. “Bukan cuma satu, dua daerah tapi semua Survivors di seluruh Indonesia. Masukan-masukan tentunya tidak mungkin bisa kami wujudkan semuanya. Kami akan membuat skala prioritas, masukan-masukan yang (memiliki) kesamaan nah itu kami akan wujudkan. Mungkin yang terakhir para komunitas, Survivors (minta) ‘pak GM kami lagi pengen “Kicau Mania” nah mari kita berkicau bersama baik secara in-game atau pun offline kami wujudkan.

Tidak hanya mengembangkan game Free Fire lewat berbagai update yang seru dan menyenangkan, Wijaya pun menjelaskan jika program-program dalam skema Esports Free Fire pun juga mendengarkan semua masukan dari komunitas dan para pemain bahkan dari semua kalangan untuk menciptakan pemerataan bagi semua elemen pemain Free Fire di seluruh Indonesia. “Kemudian, yang sebelumnya kalau kita tarik agak jauh lagi sebelum ada Free Fire Nusantara Series, (ada) turnamen Grassroot yang sebelum ada COVID mereka minta bagaimana komunitas bisa unjuk gigi, bagaimana kami bisa buat (kompetisi) berjenjang, bagaimana bukan hanya di Jakarta atau pun Jawa, lihat Free Fire Nusantara Series Grand Final-nya kami sudah keliling kota (dan) ada jenjangnya,” jelasnya. 

Bahkan kemarin di (season) Fall kami, City Qualifier sudah mencapai 100 kota. Nah ini kan salah satu masukan-masukan mereka yang kami wujudkan. Terus kemudian (ada) GYC, ‘bang, kalau kami ikut yang Free Fire Nusantara Series kalah terus sama kakak-kakak lebih jago lebih dewasa’ kami wujudkan kami buatkan GYC khusus buat pelajar. Pakai nilai rapor, (bisa) dapat beasiswa, (serta) dapat uang pendidikan itu bisa menjaga antara akademik dan hobi tetap menjaga pengalaman bermain yang positif untuk mereka. 

Pemain dan Komunitas Menjadi Bagian Penting Dari Perjalanan Kesuksesan 9 Tahun Free Fire

Pada akhirnya, kesuksesan Free Fire hingga 9 tahun hingga saat ini adalah hasil dari bagaimana para GM Free Fire menjadi nyawa dan penyambung lidah para pemain serta komunitas dalam menciptakan adanya rasa memiliki Game Free Fire (Sense of belonging). Wijaya mengatakan bahwa para pemain, komunitas menjadi bagian penting dari kesuksesan Free Fire hingga saat ini. Setiap aspirasi, setiap senyum dari para pemain menjadi hal yang sangat penting baginya dan juga Garena Indonesia.

Salah satu yang bikin mereka (punya) ‘sense of belonging’ (rasa memiliki) seperti itu tadi ya ada survey, ada FGD. Di mana mereka harus (melakukan) vote, di mana mereka harus mengisi survey, dengan adanya itu, aspirasi dan masukan mereka kami wujudkan. Setelah terwujud mereka pasti bangga dan juga senang ‘oh aspirasi saya didengar nih, masukan saya diperhatikan’ itu yang akan menjaga ‘oh ternyata saya menjadi bagian penting dalam perjalanan Free Fire’ itu yang terus kami jaga sampai sekarang,” ucap Wijaya. 

Dari aspirasi-aspirasi ini kami akan terus jaga karena setiap pemain akan sangat penting bagi kami, setiap senyum yang ada dari mereka itu sangat penting untuk kami jadi di mana pun mereka, kapan pun itu sangat penting untuk kami. Perkenalkan saya Wijaya Nugroho, atau yang biasa dikenal (sebagai) GM Miracle08 selaku Head of Business Development, Esports and Community Garena Indonesia (mengucapkan) happy anniversary yang ke-9, selamat ulang tahun yang ke-9 semoga Free Fire terus bermanfaat untuk kita semua, semoga Free Fire terus bermanfaat untuk para Survivors, Komunitas, dan seluruh ekosistem di Tanah Air,

Free Fire di tahun yang ke-9 ini menjadi awal dari kita semua. Semoga ke depan, Free Fire akan terus jaya dan kami terus memberikan banyak kejutan-kejutan untuk seluruh Survivors di Indonesia terutama di tahun depan kami akan memberikan banyak kejutan ditunggu saja kejutannya. BOOYAH!,” pungkasnya.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.