Taunting Bikin SRG Panas, Yums Bicara Keunikan Rune Eaters di GOTF 2026

Taunting Bikin SRG Panas, Yums Bicara Keunikan Rune Eaters di GOTF 2026

Esports
06 August 2026
7 views
  • Rune Eaters sempat mengejutkan SRG dengan merebut game pertama lewat permainan agresif dan draft unik.
  • SRG bangkit dengan dominasi penuh, mencatat total 46 kill pada game kedua dan ketiga untuk membalikkan keadaan.
  • Yums mengaku taunting Rune Eaters menjadi motivasi tambahan bagi SRG untuk tampil lebih panas.
  • Menurut Yums, pilihan hero out of the box Rune Eaters terbukti efektif dan sulit diprediksi saat fase draft.
  • Ayo top up diamond MLBB kalian di Dunia Games sekarang.

Penulis: Redzi Arya Pratama

Rune Eaters kembali menjadi sorotan pada ajang Mobile Legends: Bang Bang Games of The Future (GOTF) 2026. Setelah mencuri perhatian lewat kemenangan telak atas The Mongolz, tim tuan rumah Kazakhstan itu nyaris kembali membuat kejutan ketika menghadapi juara Malaysia, Selangor Red Giants (SRG), di Grup C.

Tak banyak yang memprediksi Rune Eaters mampu memberikan perlawanan berarti kepada SRG. Namun, tim yang diperkuat Dzhuki, KING GVERB, oolvn, Ryzz 4t, dan tahstik itu tampil penuh percaya diri sejak game pertama dan berhasil merebut poin pembuka.

Kemenangan tersebut membuat SRG berada dalam tekanan. Rune Eaters kembali mengandalkan permainan agresif serta draft hero yang tidak biasa, sesuatu yang sebelumnya juga sukses membawa mereka mengalahkan The Mongolz. Bahkan, sempat terjadi momen taunting yang diperlihatkan para pemain Rune Eaters ke arah kamera usai memenangkan game pertama.

Meski begitu, pengalaman bermain di panggung internasional akhirnya menjadi pembeda. SRG mampu merespons dengan sangat baik, melakukan berbagai penyesuaian strategi, dan membalikkan keadaan secara meyakinkan pada dua game berikutnya.

Dunia Games berkesempatan mewawancarai secara eksklusif roamer SRG, Yums, langsung di Astana, Kazakhstan. Ia membahas penyebab kekalahan pada game pertama, momen taunting dari Rune Eaters, hingga pandangannya terhadap keunikan META yang diperlihatkan tim tuan rumah.

SRG Buat 49 Kill Lawan Tim Kazakhstan

Rune Eaters sempat memberikan tekanan besar kepada SRG pada game pertama. Berkat permainan disiplin sejak early game, tim Kazakhstan tersebut mampu mengamankan kemenangan sekaligus membuat salah satu unggulan turnamen berada dalam posisi sulit.

Yums mengakui bahwa kekalahan di game pertama bermula dari kesalahan pergerakan timnya pada fase awal pertandingan. Menurutnya, patch yang digunakan saat ini sangat menguntungkan tim yang mampu unggul sejak early game sehingga peluang comeback menjadi lebih kecil.

"Kami kesulitan di game pertama karena membuat salah movement pada early game sehingga mereka bisa punish. Pada patch ini kalau musuh sudah ambil early game, kami jadi susah sedikit untuk comeback."

Usai memenangkan game pertama, Rune Eaters juga sempat memperlihatkan aksi taunting di depan kamera. Momen tersebut sempat menjadi perhatian penonton karena terjadi saat mereka menghadapi salah satu tim terbaik dari Malaysia.

Yums mengaku tidak terlalu memikirkan aksi tersebut. Namun, ia menyebut rekan-rekannya justru menjadikan taunting itu sebagai tambahan motivasi untuk tampil lebih agresif pada game berikutnya.

"Sejujurnya saya tak ambil hati soal taunting mereka. Tapi karena teman-teman yang lain bilang mereka taunting guys, ayo kita taunting balik, jadi kami seperti panas sedikit lah."

Respons SRG pun langsung terlihat di dalam permainan. Setelah hanya mampu mencatat tiga kill pada game pertama, mereka tampil jauh lebih dominan di game kedua dan ketiga. Kombinasi permainan agresif, objektif yang rapi, serta eksekusi team fight yang bersih membuat SRG mengoleksi total 46 kill dalam dua game penentuan dan memastikan kemenangan seri 2-1.

Selain membahas jalannya pertandingan, Yums juga memberikan apresiasi terhadap strategi yang dibawa Rune Eaters. Menurutnya, tim Kazakhstan memiliki pendekatan draft yang berbeda dari kebanyakan tim lain sehingga cukup sulit ditebak.

"Soal keunikan Tim Kazakhstan terkait META dan pilihan hero, mungkin mereka menemukan sesuatu yang out of the box. Karena hero-hero yang mereka pakai punya potensi untuk counter META sekarang. Mereka terbukti sempat membuat kami kesulitan dalam menebak draft hero yang dipakai,"

Pernyataan tersebut menjadi bukti bahwa Rune Eaters bukan sekadar tim kejutan. Meski harus mengakui keunggulan SRG, mereka mampu menunjukkan inovasi dalam draft dan strategi permainan yang berpotensi menjadi ancaman bagi tim-tim lain sepanjang GOTF 2026.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti FacebookInstagramTikTok, dan YouTube Dunia Games. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile LegendsFree FireCall of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.