Sejarah Lengkap Desa Kabut Naruto: Dari Pusat Kriminal sampai Jadi Tujuan Wisata?

Sejarah Lengkap Desa Kabut Naruto: Dari Pusat Kriminal sampai Jadi Tujuan Wisata?

Anime & Manga
19 August 2026
6 views

 

  • Kirigakure dikenal sebagai Desa Kabut Berdarah karena tradisi ninja yang brutal.
  • Di bawah kendali Obito dan Yagura, desa mengalami masa paling kelam.
  • Mei Terumi kemudian membawa perubahan dan memulihkan citra Kirigakure.
  • Setelah Perang Dunia Ninja Keempat, Kirigakure berkembang menjadi desa modern dan pusat wisata.
  • Top up Google Play di Dunia Games dan dapatkan berbagai promo menarik

 

Desa Kabut alias Kirigakure merupakan salah satu desa ninja paling ditakuti di dunia Naruto. Tempat ini telah melahirkan berbagai macam ninja kejam nan mengerikan seperti Zabuza, Kisame, dan para Ahli Pedang Legendaris lainnya. Tidak hanya itu, banyak pasukan desa ini sendiri yang malah membelot dan menjadi Nukenin yang bertempur hanya demi uang dan keegoisan mereka sendiri. Namun, mengapa Desa Kabut bisa menjadi tempat yang mengerikan seperti itu? Mari kita simak sejarah salah satu lokasi dunia shinobi ini bersama DuniaGames!

Awal Mula Terbangunnya Desa Kabut Kirigakure

Seperti halnya empat desa besar lainnya, Kirigakure dibangun oleh Mizukage Pertama, Byakuren, usai Perang Dunia Ninja Pertama. Hokage Pertama Hashirama Senju kemudian membagikan para Biju ke desa-desa ninja selain Konohagakure sebagai bentuk persahabatan. Namun perdamaian yang dibuat oleh Hashirama tidak bertahan lama.

Desa Kiri dengan cepat menjual pasukan ninja mereka ke berbagai konflik, sementara Mizukage Kedua Gengetsu Hozuki dan Tsuchikage Kedua Mu saling membenci sampai akhirnya mereka tewas di tangan satu sama lain dalam suatu peperangan. Konflik dan kebencian antara kedua desa tersebut bertahan sangat lama. Bahkan saat Kiri dan Iwagakure harus bekerja sama untuk mengambil informasi yang dicuri oleh ninja Kumogakure beberapa waktu setelah Perang Dunia Ninja Ketiga. Usai mendapatkan informasi itu, ninja Iwagakure malah mengkhianati dan membantai ninja Kirigakure. Insiden ini kemudian dikenal sebagai Tragedi Celah Yotsuga.

Akademi Ninja Kirigakure yang kejam juga memaksa murid-muridnya untuk saling membunuh agar bisa lulus. Hanya mereka yang selamat dapat bekerja sebagai ninja tulen, menciptakan pasukan shinobi yang haus darah dan berdarah dingin seperti Zabuza. Kirigakure pun kemudian dikenal sebagai Chigiri no Sato – Desa Kabut Berdarah.

Reputasi mereka yang menakutkan dan culas pun dimanfaatkan oleh Madara Uchiha untuk menjalankan rencana rahasianya. Pada Perang Dunia Ninja Ketiga, ninja Kirigakure dikendalikan untuk menculik anak bernama Rin Nohara dari Desa Konoha agar dijadikan Jinchuriki Siluman Ekor Tiga, Isobu. Saat seorang Kakashi Hatake menyelamatkan Rin, ninja Kiri pun berpura-pura berusaha menangkap kembali sang Jinchuriki – dengan harapan tim Konoha membawa pulang Rin yang kemudian lepas kendali Isobu di desanya sendiri. Menyadari rencana busuk tersebut, Rin meminta Kakashi untuk membunuh dirinya.

Kejadian tersebut ternyata disaksikan oleh sahabat Rin dan Kakashi, Obito Uchiha. Dan semua hal itu hanyalah rencana jahat Madara untuk membawa Obito ke sisinya.

Setelah kekacauan itu, pasukan Kiri berhasil menangkap Isobu lagi dan menyegelnya di tubuh Yagura Karatachi. Lama kemudian, Madara yang sudah tua pun tewas dan Obito menggunakan identitasnya untuk membuat seluruh Desa Kiri tunduk padanya – dengan mengendalikan pikiran Yagura setelah menjadi Mizukage Keempat menggunakan genjutsu. Masa pemerintahan Obito/Yagura ini menjadi masa terkelam bagi Desa Kabut.

Masa-masa Kelam dan Kebangkitan Desa Kabut Kirigakure

Korupsi, kejahatan, dan haus kekuasaan merajalela di Desa Kiri sementara banyak pula ninja-ninja mereka yang membelot dan menjadi Nukenin alias Ninja Pelarian; mereka yang hidup di medan perang tanpa tuan demi uang. Termasuk di antaranya adalah sosok-sosok berbahaya seperti Tujuh Ahli Pedang Kirigakure dan Jinchuriki Ekor Enam, Utakata

Namun, bukan berarti tidak ada harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi Desa Kabut Berdarah. Mei Terumi, Mizukage Kelima dan pemimpin perempuan pertama desa tersebut, berusaha merombak imej kelam Kirigakure menjadi negeri yang lebih terbuka. Mei bahkan membantah bahwa organisasi Akatsuki tidak terbentuk di desanya saat para Kage mengadakan rapat di Pertemuan Lima Kage setelah Akatsuki berhasil menculik hampir semua Jinchuriki.

Sebagai bentuk perubahan besar Desa Kiri dan juga persahabatan antara Lima Kage, Kirigakure bergabung dengan Aliansi Desa Ninja demi melawan deklarasi Perang Dunia Ninja Keempat dari Akatsuki. Meski harus mengorbankan sampai 300.000 jiwa dari kelima desa ninja, pasukan Aliansi berhasil memenangkan perang besar tersebut dan status Kirigakure di mata dunia kembali membaik.

Bahkan perombakan besar bagi desa tersebut terjadi dalam 15 tahun usai Perang Dunia Ninja Keempat. Berkat upaya keras Mizukage Kelima dan Mizukage Keenam Chojuro, Desa Kiri sukses mengumpulkan kembali semua Tujuh Pedang Legendaris serta berubah menjadi kota yang sangat modern dan hidup – bahkan lebih modern dari Konohagakure. Kualitas hidup desa dan juga kemajuannya bahkan mendorong Kirigakure menjadi pusat wisata.

Tapu bukan berarti semua senang dengan perubahan ini. Kubu-kubu lama Kirigakure masih membenci pendatang dan bahkan melihat perdamaian maupun kemajuan infrastruktur kota sebagai penghinaan atas harga diri mereka sebagai ninja. Seorang ninja berbakat, Shizuma Hoshigaki, berusaha membentuk tim Ahli Pedang Legendaris lagi untuk membangkitkan sosok Desa Berdarah di mata dunia. Sementara itu, pemimpin gerombolan bajak laut Negara Air, Araumi Funato dari Klan Funato, juga berniat untuk berperang dengan Kirigakure. Namun, berkat bantuan Boruto Uzumaki dari Konohagakure, konflik-konflik tersebut berhasil diredam.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti FacebookInstagramTikTok, dan YouTube Dunia Games. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile LegendsFree FireCall of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.